Modern Contemporary dan Skandinavia Masih Dilirik di Tahun Mendatang

Modern Contemporary dan Skandinavia Masih Dilirik di Tahun Mendatang

Interior menjadi salah satu aspek penting dari sebuah rumah Anda. Pasalnya, desain interior rumah akan mempengaruhi suasana di dalam rumah.

Beberapa tahun belakangan, interior bergaya Skandinavia mulai dilirik banyak orang dan menjadi sebuah tren. Gaya Skandinavia ini biasanya diterapkan oleh  mereka- mereka yang menyukai suasana natural serta ramah lingkungan. “Skandinavia ini sebenernya memang dari Eropa.  Style dari Skandinavia itu lebih simpel, gak terlalu berat. Lebih banyak mengekspose kayu, jadi kelihatan kayu-kayunya,” ucap David Hadimartana dari Mezzanine kepada FRStyle beberapa waktu lalu.

Warna-warna natural yang terinspirasi dari alam biasanya menjadi aksen dari interior bergaya Skandinavia. “Untuk soal warna, masih bermain dengan warna-warna natural,” paparnya.

Tak hanya gaya Skandinavia saja yang hippie di tahun ini. David bercerita, pada tahun ini, interior bergaya Classic Contemporary juga banyak di lirik. “Kalau Skandinavia kan biasanya diterapkan untuk mereka yang punya budget sedikit atau menengah, meskipun, yang punya budget tinggi juga ada yang pilih Skandinavia. Cuma biasanya, kalau yang punya budget tinggi,  lebih melirik ke tren Classic Contemporary. Desainnya agak klasik, Cuma gak ada ukirannya sama sekali untuk interiornya,” papar David.

Desain bergaya Classic Contemporary ini menurut David ditandai dengan item-item interior yang mewah. Tak heran, desain interior yang sepintas seperti bergaya American Style ini dianjurkan untuk mereka yang memiliki budget yang tinggi. “Selain itu juga untuk classic contemporary, akan banyak bermain dengan list. Untuk warna-warnanya, masih warna natural yang diusung, seperti coklat, putih, hitam, beige, abu abu. Pokoknya dia bermain pada warna netral,” ungkap pria berkacamata ini lagi.

Interior yang sempat merajai di tahun 2016 ini diakui David, ada kemungkinan akan tetap menjadi pilihan di tahun 2017 mendatang.  Bedanya, pada  tahun ini, akan ada pergeseran sedikit. Interior  bergaya contemporary  ini  akan sedikit bergeser. Sisi modern akan lebih ditonjolkan dibandingkan sisi klasiknya. “Kalo tahun depan kemungkinan campuran klasik dan modern tapi lebih mengedepankan ke sisi modern-nya itu. Jadi makin simpel lagi. Dan untuk warna, saya rasa akan masih sama. Warna natural, Dan sekarang warna-warna kayak abu-abu jadi pilihan warna yang memang lagi tren banget.” ucapnya.

 

Lulusan desain interior Raffles University ini menuturkan, di tahun yang akan datang, gaya Modern Contemporary memang akan lebih menonjol. Untuk bentuk ruangan, akan cenderung lebih rectangular. “Bentuk ruangan memang akan lebih rectanguler, lebih kotak-kotak dan akan lebih simpel. Untuk list, juga akan lebih minim dengan tetap menggunakan warna-warna natural. Untuk tembok, juga bisa bermain dengan wallpaper yang ada terksturnya sedikit, tidak bercorak. Karena kalo bercorak, nanti jatohnya kurang modern, tapi lebih klasik. Dan karena lebih simpel, gaya Modern Contemporary juga akan membuat rumah terlihat lebih luas,” paparnya.

Lalu bagaimana dengan Skandinavia? Apakah tahun depan akan masih diminati? David mengaku, di tahun mendatang, gaya Skandinavia masih akan tetap dilirik. Hanya saja, menurutnya, di tahun yang akan mendatang, Skandinavia bisa tampil lebih nge-pop. “Mungkin akan lebih bermain pada aksen. Misalnya, kain sofa yang kita paka, itu tiba-tiba bisa lebih nge-pop. Terus ruang- ruang yang lainnya itu bisa warna natural seperti warna kayu,” paparnya.

Mencampurkan antara Skandinavia dengan retro juga tak ada salahnya. Gaya retro memang agak sedikit “nyerempet” dengan gaya Skandinavia. Tak heran, pencampuran keduanya akan membuat interior rumah menjadi lebih hidup. “Sangat tidak salah kalau kita campurkan. Kita bisa tambahkan 1-2 barang yang nge-pop misalnya. Atau kita bisa kasih aksen warna di satu tembok, atau kalau untuk furniture, kita bisa letakan lukisan yang warna-warni. Jadi cukup  1-2 barang yang nge-pop saja sudah cukup membuat menjadi lebih hidup,” ungkapnya.

Diluar  tren, David mengaku, yang terpenting dalam memilih gaya interior desain adalah apa yang kita sukai. Tren bisa menjadi referensi. “Dan semuanya kembali lagi ke taste si pemilik. Cuma yang namanya tren, pasti akan terlihat lebih bagus. Kalo ikut tren, istilahnya jadi gak jadul aja,” tutupnya. (RN)

 

Inilah yang Harus Anda Lakukan Sebelum Merenovasi Interior Rumah Anda:

Desain rumah yang itu-itu saja, terkadang membuat Anda bosan. Tak heran, banyak orang yang membutuhkan suasana baru dan memilih untuk merenovasi interior rumah mengikuti tren yang ada atau sesuai dengan keinginan mereka. Nah, bagi  Anda yang ingin merenovasi interior rumah, berikut tips yang diberikan David dari Mezzanine:

  1. Tentukan Style yang Dipilih
    Hal pertama yang harus Anda tentukan adalah mengenai style yang Anda pilih. Anda harus tentukan terlebih dahulu style atau gaya interior rumah terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk merenovasi interior rumah Anda.
  1. Gunakan Furniture Lama
    Untuk yang ingin menghemat budget, Anda bisa melihat dan menelaah mana saja furniture yang bisa kembali digunakan. Namun, bagi Anda yang memiliki budget lebih, Anda juga bisa merenovasi secara menyeluruh
  2. Perhatikan Tampak Muka Rumah
    Hal yang harus diperhatikan adalah mengenai tampak muka rumah. Anda harus menyesuaikan style atau gaya interior yang Anda pilih dengan desain tampak rumah. Jangan sampai “melenceng” dari konsep awal. Jadi, Anda cukup mempercantik yang sudah ada dengan desain yang baru untuk menciptakan suasana rumah yang lebih fresh. (RN)

Kunjungi www.mezzaninejakarta.com untuk konsultasi bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *